Selasa, 05 April 2011

Sosiolinguistik

HAKIKAT SOSIOLINGUISTIK DALAM BAHASA DAN KOMUNIKASI DALAM MASYARAKAT
 
Dalam bidang linguistik, bahasa dikaji dengan disiplin yakni bersifat disipliner (undisipliner) yang termasuk kajian mikrolinguistik  (linguistik dilihat dari sistem internalnya linguistik yaitu bahasa atau struktur bahasa) atau ilmu itu sendiri. Ada juga yang bersifat interdipliner (multidipliner), termasuk kajian makrolinguistik  (Linguistik) maksudnya bahasa dalam hubungan eksternal bahasa. Eksternal disini misalnya mentabilitas linguistik dianggap sebagai sistem, cirinya memiliki unsur-unsur atau bagian yang merupakan sistem atau komponen. Unsur-unsur linguistik yaitu mempunyai makna dan wacana. Dalam bidang sosiolinguistik berlaku dalam masyarakat tutur dan masyarakat bahasa terhadap varian-varian bahasa yang sesuai dengan keberadaan masyarakat. Dalam proses komunikasi bahasa memiliki peranan penting yang digunakan sebagai alat untuk menyampaikan sebuah pesan dari mitra tutur ke lawan tutur, sehingga dengan adanya komunikasi ini proses komunikasi berjalan dengan lancar.

Kata kunci: mikroliguistik, makrolinguistik, komunikasi bahasa.

LATAR BELAKANG
      Bahasa merupakan ciri utama yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Bahasa selalu muncul dalam segala aspek dan kegiatan manusia. Bagi manusia, bahasa juga merupakan alat dan cara berpikir. Oleh karena itu, jika orang bertanya apakah bahasa itu, maka jawabannya dapat bermacam-macam. Ada yang menjawab seperti, bahasa adalah alat untuk menyampaikan isi pikiran, bahasa adalah alat untuk berinteraksi, bahasa adalah alat untuk mengekpresikan diri, dan masih banyak lagi.
          Manusia juga mahkluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri melainkan selalu berinteraksi dengan makhluk sesamanya. Untuk melakukan kegiatan tersebut, manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan terbentuknya berbagai bahasa di dunia yang memiliki ciri-ciri yang unik dan berbeda dengan bahasa lainnya. Hubungan antara bahasa dengan konteks sosial tersebut dipelajari dalam bidang sosiolinguistik. Sosiolinguistik menempatkan kedudukan bahasa dalam hubungannya dengan pemakainya di dalam masyarakat. Ini berarti bahwa sosiolinguistik memandang bahasa pertama sebagai sistem sosial dan sitem komunikasi, serta merupakan bagian dari masyarakat dan kebudayaan tertentu. Sebagai objek dalam sosiolingiuistik, bahasa tidak dilihat atau didekati sebagai bahasa, sebagaimana dilakukan oleh linguistik umum, melainkan dilihat atau didekati sebagai sarana interaksi atau komunikasi dalam masyarakat manuasia (Chaer dan Leonie Agustina, 2004: 3).
            Dalam makalah ini penulis akan membahas lebih rinci tentang “Hakikat Sosiolinguistik Dalam Bahasa Dan Komunikasi Dalam Masyarakat” bahwa dalam proses komunikasi, bahasa memiliki peranan penting yang digunakan sebagai alat untuk menyampaikan sebuah pesan dari mitra tutur ke lawan tutur, sehingga dengan adanya komunikasi ini proses komunikasi berjalan dengan lancar.

HAKIKAT SOSIOLINGUISTIK
Sosiolinguistik merupakan ilmu antar disipliner antara sosiologi dan linguistik. Sosiolinguistik adalah ilmu  yang mempelajari suatu tujuan bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa di dalam masyarakat, yang dimana sosiolinguitik mempelajari dan membahas aspek-aspek kemasyarakatan bahasa, khususnya perbedaan-perbedaan (variasi) yang terdapat dalam bahasa yang berkaitan dengan faktor-faktor kemasyarakatan (sosial). Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kegiatan sosial ataupun gejala sosial dalam suatu masyarakat. Sedangkan linguistik adalah bidang ilmu yang mempelajari bahasa, atau bidang ilmu yang mengambil objek bahasa sebagai objek kajiannya. Sosiolinguistik menurut Kridalaksana (1985:12) merupakan ilmu yang mempelajari ciri dan pelbagai variasi bahasa, serta hubungan diantara para bahasawan dengan ciri fungsi variasi bahasa itu didalam suatu masyarakat bahasa
     Sebagai objek sosiolinguistik, bahasa dipahami sebagai sistem tanda arbiter yang dipakai manusia untuk tujuan komunikasi antara satu sama lain, sebagaimana sosiolinguistik tertuju pada percakapan manusia dalam menggunakan bahasa dengan tepat dalam latar yang berbeda. Serta pembedaan antara kemampuan tata bahasa dan kemampuan komunikatif yang dapat menghasilkan perubahan dalam metode penyajian.  Setiap teori tentu memiliki sebuah landasan agar teori itu dapat dipercaya oleh orang yang hendak menganutnya, demikian juga dengan kajian sosiolinguistik (Pariawan, 2008).
            Dengan demikian, sosiolinguistik merupakan bidang ilmu antar disipliner yang mempelajari tentang bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa itu di dalam masyarakat.

HAKIKAT DAN FUNGSI BAHASA
            Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri”, dan yang sejalan dengan definisi mengenai bahasa dari beberapa pakar lain, kalau dibutiri akan didapatkan beberapa ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa. Bahasa adalah sebuah sistem, artinya, bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan (Chaer dan Leonie Agustina, 2004: 11).
            Sebagai sebuah sistem, bahasa itu sekaligus bersifat sistematis dan sistemis. Dengan sistemis, artinya, bahasa itu tersusun menurut suatu pola: tidak tersusun secara acak, secara sembarangan. Sedangkan sistemis, artinya, bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal, tetapi terdiri juga dari sub-sub sistem; atau sistem bawahan. Di sini dapat disebutkan, antara lain, subsistem fonologi, subsistem morfologi, subsistem sintaksis dan subsistem semantik.
            Bahasa itu juga bersifat produktif, dinamis, beragam, manusiawi. Menurut pandangan sosiolinguistik bahasa itu mempunyai cirri sebagai alat interaksi sosial dan sebagai alat mengidentifikasi diri.  (Chaer dan Leonie Agustina, 2004:13).
            Masyarakat mengetahui bahwa bahasa adalah alat komunikasi. “Fungsi bahasa adalah alat komunikasi manusia, baik tertulis maupun lisan”. Dalam artikel Semangat Belajar.com fungsi bahasa yang dikemukakan oleh Wardhough itu merupakan fungsi bahasa secara umum. Terdapat beberapa fungsi bahasa secara khusus bergantung pada orang yang menggunakan bahasa itu.
           
KOMUNIKSAI BAHASA
            Dalam setiap komunikasi ada dua belah pihak yang terlibat, yaitu pengirim pesan dan penerima pesan. Sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu disebut pesan. Pesan itu bisa berupa kalimat, gagasan, dan sebagainya. Pesan itu disampaikan dari pengirim yang disebut encoding, sedangkan pesan yang diterima oleh penerima pesan dari pengirim pesan disebut dekoding. Proses interaksi komunikasi tidak selalu berjalan dengan lancar, pasti menemui gangguan-gangguan.
            Ada dua macam komunikasi bahasa, yaitu komunikasi searah dan komunikasi dua arah (Chaer dan Leonie Agustina, 2004: 21). Komunikasi searah adalah komunikasi tanpa adanya umpan balik dari lawan tutur dan sifatnya memberitahuakan. Sedangkan komunikasi dua arah memiliki umpan balik dari lawan tutur. Misalnya memberikan pertanyaan dan penerima bisa menjadi pengirim pesan.

HAKIKAT SOSIOLINGUISTIK DALAM BAHASA DAN KOMUNIKASI DALAM MASYARAKAT
           Linguistik adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari bahasa. Memberikan deskripsi tentang tata bahasa serta melukiskan peristiwa-peristiwa kebahasaan yang lain. Studi semacam itu berusaha menganalisis bahasa berdasarkan hakekat bahasa itu sendiri sebagai obyek yang mandiri. Sedangkan sosiolinguistik adalah cabang ilmu linguistik yang bersifat interdisipliner dengan ilmu sosiologi, dengan objek penelitian hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor sosialdi dlam suatu masyarakat tutur (Chaer dan Leonie Agustina, 2004: 4).
            Sosiolinguistik memandang bahasa pertama-tama sebagai sistem sosial dan sistem komunikasi serta merupakan bagian dari masyarakat dan kebudayaan tertentu. Sedangkan pemakaian bahasa adalah bentuk interaksi sosial yang terjadi di dalam situasi-situasi yang kongkret. Di dalam masyarakat seseorang tidak lagi dipandang sebagai individu yang terpisah dari yang lain. Ia merupakan anggota dari kelompok sosialnya. Oleh karena itu bahasa dan pemakaian bahasanya tidak diamati secara individual, tetapi selalu dihubungkan dengan kegiatannya di dalam masyarakat. Atau dengan kata lain, bahasa tidak saja dipandang sebagai gejala individual tetapi juga sebagai gejala sosial.
            Komunikasi pada manusia terjadi apabila suatu pesan atau informasi dipindahkan atau disampaikan dari penutur kepada orang lain (mitra tutur). Salah satu kelebihan manusia, adalah mampu berpikir dan mengomunikasikan dengan baik. Dalam berkomunikasi, manusia atau masyarakat pada umumnya menggunakan bahasa. Setiap kelompok memiliki bahasa yang berbeda, mengingat antara masyarakat satu dengan yang lain memiliki banyak perbedaan. Sifat yang universal dari bahasa adalah bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi. Karena itu bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam proses berkomunikasi antar sesama masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul dkk. 2004. “Sosiolinguistik Perkenalan Awal ”. Jakarta: Rineka Cipta.
Kridalaksana, Harimurti. 1985. “Fungsi bahasa dan sikap bahasa”. Flores: Nusa Indah.
Pariawan I Wayan. 2008. Sikap Bahasa Dalam Kajian Sosiolinguistik. http://sosiolinguistik. (diakses 23 April 2011).

1 komentar:

  1. Does your site haѵe a contact pаge? ӏ'm having a tough time locating it but, I'd like tο shоot you an email.
    I've got some ideas for your blog you might be interested in hearing. Either way, great blog and I look forward to seeing it improve over time.
    Also visit my site ; Money

    BalasHapus