Senin, 10 Juli 2017

BUKU VS KORAN

Karya Deny Prastyo

Remaja dengan diselempang memainkan naluriku
Celana seragam abu-abu dengan atasan kaos hitam lusuh.
Dihadapkan tepi trotoar dengan pesaing ruang kelas elit.
Dia menjatuhkan diri ke semesta dengan sesekali membaca buku pelajarannya,
untuk ditulis dan dikepalkan di liang pikirannya.
Cahaya merah jingga adalah batas antara buku pelajaran dan trotoar,
Badai jiwanya terus berayun mencari recehan sekaligus bekal ilmuwan.
Sabtu pagi ini, dia mulai dengan beranjak melipat selimut usangnya
Berseragam coklat dengan sepatu hitam bertali keluar dari gubuk
Awan putih semakin menggelagat untuk mendobrak pintu batas
Cuap-cuap Sang Master menjahit bibirnya tu membangunkan telinganya
Demi bekal yang tak kunjung hilang hingga akhir hayat.
Kring... kring... kring...
Rupanya tlah usai dia menuntut bekalnya.
Kembali ia ke pinggir aspal, ya, trotoar!
Ia tanggalkan bukunya, ia ganti dengan lembaran kabar hari ini.
Di balik kaca fim hitam di tengah keganasan desing mesin,
“Koran-koran...” mulut yang tak pernah bosan berucap kata itu.
Wajahnya bermandikan keringat dilapnya dengan tangan.
Ia sandarkan tubuh ramping itu di baliho iklan.
“Oh... surga sesaat tuk beristirahat...”
Mungkin begitu kiranya...
Ya. Dia luar biasa! 

*Salah satu hasil karya siswa, kelas XII. Deny Prastyo, jurusan Pemesinan. 
*SMK Brantas Karangkates




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita dan Tawa

Manusia... Mengapa kau begitu lemah? Ketika terjatuh sangat dalam, Kau seakan lupa akan segala hal Seolah begitu terpuruk dan terpuruk ...